Mengajar Dengan Tatap Muka Maya, Tetapi Tetap Bisa Tatap Mata

Mengajar Dengan Tatap Muka Maya, Tetapi Tetap Bisa Tatap Mata

Pandemi rupanya belum berakhir juga sampai pembukaan tahun pelajaran 2020/2021. Sekolah harus tetap melanjutkan pembelajaran jarak jauh. SMP Kristen Kalam Kudus tetap menggunakan metode pembelajaran secara daring. Microsoft Teams menjadi platform utama dalam pelaksanaan pembelajaran. Teams, biasa disingkat, memiliki berbagai fitur yang lengkap, bisa dikatakan paket komplit. 

Tampilan Saat Meet Now

Kami berkegiatan seperti sekolah biasa sebelum terjadi pandemi. Guru masuk pukul 06.30 untuk melaksanakan kegiatan penguatan iman dan akan dilanjutkan dengan peserta didik masuk ke kelas maya pukul 06.55 untuk melakukan kegiatan yang sama. Pukul 07.30 kami lanjutkan dengan belajar bersama dan juga kegiatan ekstrakurikuler online.

Seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran dilakukan secara online, baik yang berupa tatap muka maya, penugasan, pemberian feedback dan juga penilaian. Teams memiliki semua hal yang kami butuhkan. Peserta didik juga mudah sekali mengikuti dan bahkan semua data-data lengkap tersimpan, juga mudah diakses baik oleh yayasan, semua guru, semua peserta didik dan bahkan orang tua.

Kelemahan pembelajaran ini adalah signal. Ini menjadi “musuh” bagi kami karena pembelajaran online sangat bergantung pada yang namanya signal. Namun kami senang juga saat Meet Now (istilah yang dipakai dalam Teams untuk pertemuan virtual) bisa langsung direkam dan peserta didik bisa akses kapanpun.

Meskipun teknologi tidak bisa menggantikan kehadiran guru di dalam kelas, Teams dengan fitur Meet Now-nya mampu memberikan warna mendekati pembelajaran offline. Kami bisa mengajar seperti biasa, berinteraksi dan menjadikan kelas maya seperti kelas di masa sebelum pandemi.

Situasi belajar di rumah, peserta didik mengenakan seragam. Mereka tetap serius belajar.

Kami bukan hanya melatih peserta didik mahir menggunakan IT untuk belajar di rumah, tapi kami juga melatih karakter mereka: disiplin, tanggungjawab, taat, tepat waktu, daya juang yang tinggi, tidak mudah putus asa, dan lain-lain. Peranan guru sebagai pengajar dan pendidik tetap kami lakukan.

Peserta didik begitu mudahnya menyesuaikan diri dengan Teams. Alur pembelajaran kami selalu dimulai dengan tatap maya. Semua guru mata pelajaran wajib melaksanakan tatap maya untuk mengkonfirmasi, mengajar materi baru, memberikan contoh, memeriksa pemahaman peserta didik, bahkan untuk melaksanakan penilaian.

Selesai tatap maya, peserta didik melakukan kegiatan belajar mandiri yang sudah disiapkan oleh para guru. Kami biasanya menyiapkan assignment, baik itu sebagai lembar kerja atau sebagai penugasan. Semua disiapkan secara online.

Bahkan kami juga melaksanakan pembelajaran dengan mengundang nara sumber alumni, untuk memberikan wawasan terkait dengan kelanjutan studi dan pencapaian cita-cita. Meskipun tempat berbeda-beda tetapi bisa disatukan dalam wadah Meet Now untuk belajar bersama guru maupun nara sumber lainnya.

Kerinduan kami sebenarnya bisa kembali bertemu anak-anak kami … bukan hanya di kelas maya … tapi benar-benar tatap muka. Tetapi situasi saat ini tidak bisa membawa kami ke sana. Kami semua harus menahan diri dan mensyukuri bahwa kami tetap bisa tatap muka maya dan tatap mata anak anak kami meskipun secara online.

Kerinduan inilah yang memberikan inspirasi kepada kami untuk membuat sebuah video “Unjuk Rasa Cinta” sebagai ungkapan kerinduan dan sekaligus sebagai ajakan untuk memperingati HUT Kota Jogja, Bulan Bahasa, Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, dalam sebuah event yang biasa kami sebut KK Fair. Semoga semua segera berlalu dan kita bisa berjumpa kembali di lain waktu.

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA. TERIMAKASIH PGRI DAN KOGTIK. SUKSES PENDIDIKAN DI INDONESIA DENGAN DUKUNGAN TEKNOLOGI.

#PGRI

#KOGTIK

#EPSON

#KSGN

Saya adalah seorang pendidik di SMP Kristen Kalam Kudus Jogjakarta. Saya sedang belajar menulis dan rindu memberkati banyak orang lewat tulisan saya. Saya beberapa kali menulis artikel di buku saat teduh kristiani. Tahun 2020 ini saya mendapatkan juara 3 kepala SMP berprestasi tingkat Kota Yogyakarta

9 thoughts on “Mengajar Dengan Tatap Muka Maya, Tetapi Tetap Bisa Tatap Mata

  1. KS kreatif pasti guru, siswanya juga kreatif, jalannya pembelajaran dan kegiatan sekolah dalam kondisi apapun menyenangkan

  2. Salut dengan komitmen sekolah terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar walaupun melalui online. Memang tetap perlu tatap muka setiap dari terutama saat mengawali jam masuk sekolah utk menciptakan atmosfer disiplin. Patut dicontoh nih

Leave a Reply to Y. Niken. Sasanti Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *